Description
Kredo Kewijayakusumaan:Lima Nilai Luhur dalam Kontekstual
Kamilia Safarina
15,5×23
Di tengah dinamika kehidupan kampus dan derasnya tuntutan zaman, mahasiswa kerap berada pada persimpangan antara pencapaian akademik dan pencarian makna diri. Nilai-nilai luhur sering hadir sebagai semboyan yang dihafal, namun belum sepenuhnya dihayati dalam laku sehari-hari. Kegelisahan ini menjadi ruang refleksi penting bagi generasi muda untuk kembali bertanya: siapa diri mereka, dan nilai apa yang hendak mereka perjuangkan.
Maka, Kredo Kewijayakusumaan: Lima Nilai Luhur dalam Kontekstual merangkum suara-suara mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dalam menafsirkan nilai Tatag, Teteg, Teguh, Tanggon, dan Trapsilo melalui pengalaman hidup yang nyata. Buku ini menghadirkan narasi-narasi personal yang jujur, sederhana, namun sarat makna tentang proses bertumbuh, belajar, dan menempa karakter. Setiap halaman memperlihatkan bahwa nilai tidak lahir dari dogma, melainkan dari kesadaran yang tumbuh melalui pengalaman.
Melalui keterhubungan antara kegelisahan zaman dan refleksi personal, buku ini menegaskan bahwa pendidikan sejati adalah proses memanusiakan manusia. Nilai-nilai luhur menjadi hidup ketika dihidupi, bukan sekadar diucapkan. Buku ini mengajak pembaca untuk berhenti sejenak, menengok ke dalam diri, dan menemukan kembali arah hidup yang berpijak pada makna, tanggung jawab, dan kemanusiaan.





Reviews
There are no reviews yet.