loading

Selalu menjadi pilihan penulis
Ikuti kami di -

POTRET BUDAYA HALAL DAN INDUSTRI HALAL DI JAWA TIMUR

Rp0

Out of stock

Category:

Description

Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, sehingga kebutuhan produk halal di Indonesia sangat tinggi. Salah satu bentuk pemenuhan kebutuhan halal adalah dengan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh Negara Indonesia. Pengembangan potensi tersebut harus memiliki perencanaan yang terstruktur, cermat dan sistematis agar kebutuhan halal dapat terpenuhi. Perencanaan tersebut dapat berupa pengembangan Kawasan khusus yang menghasilkan produk halal dan Jaminan Produk Halal (JPH) untuk konsumen dalam negeri dan luar negeri.

Jaminan produk halal menjadi fokus ekonomi saat ini. Salah satu pendorong untuk meningkatkan ekspor adalah dengan memaksimalkan kawasan industri halal. Saat ini, masih banyak permasalahan yang dihadapi oleh industry halal diantaranya implementasi Jaminan Produk Halal (JPH) yang belum tuntas, minimnya sertifikasi dan standarisasi produk halal, belum adanya roadmap pengembangan industry halal dan lain-lain. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian rencana implementasi pengembangan industri halal khususnya di Wilayah Jawa Timur. Bentuk implementasi tersebut dapat berupa pendekatan kualitatif (sosial) dan kuantitatif (sains).

Pengambilan data dilakukan melalui dua sumber yaitu primer dan sekunder. Sumber primer meliputi observasi dan wawancara, sedangkan sumber sekunder berasal dari literatur yang berkaitan dengan pokok permasalahan seperti buku, karya ilmiah (skripsi, tesis, disertasi dan jurnal ilmiah) dan sumber online.

Berdasarkan penelitian diperoleh data sebanyak 78 UMKM di Jawa Timur yang menjadi objek penelitian yang mana pada penelitian ini difokuskan pada profil dari masing-masing industry yang meliputi Kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), Jenis Produk, jenis kelamin pemilik UMKM, Jumlah Karyawan, Omset, dan Usia UMKM. Selain itu juga dilakukan pengamatan terhadap kesiapan UMKM pangan yang menjadi bagian dari industi halal di Jawa Timur dengan mengamati dan melihat adanya Kepemilikan PIRT, penerapan kebijakan kebjakan halal internal, tim manajemen pengelolaan halal, keaktifan mengikuti pelatihan, dokumen pendukung bahan baku, kesadaran mematuhi tata tertib syariah, pemisahan bahan dan fasilitas, keberadaan dokumen prosedur tertulis, kemampuan telusur, penanganan produk, audit internal, dan kaji ulang manajemen. Pada penelitian ini juga dikaji mengenai budaya halal dari insutry halal. Hasil menunjukkan rata-rata industry halal telah memahami dan mengerti akan budaya halal.

 

 

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “POTRET BUDAYA HALAL DAN INDUSTRI HALAL DI JAWA TIMUR”

Your email address will not be published. Required fields are marked *